Minggu, 28 Juli 2013

Kentang Brokoli Saus Keju






Bahan :
250 gr kentang, kupas bersih
300 gr brokoli, potong sesuai kuntumnya, buang bagian batang yang keras
2 sdm mentega, untuk mengoles

Saus Keju :
1 sdm mentega
1 sdm tepung terigu
400 cc susu cair
150 gr keju, parut
1/3 sdt merica bubuk
1/3 sdt garam halus
1/2 sdt gula pasir




Cara Membuat :
  1. Rebus kentang sampai matang, angkat, setelah dingin potong-potong, sisihkan.
  2. Didihkan air, masukkan brokoli. Biarkan mendidih lagi, kemudian segera angkat, dan tiriskan.
  3. Saus keju : panaskan mentega, masukkan tepung terigu, aduk hingga tepung bergerindil. Tuang susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga menjadi adonan lembut. 4. Masukkan keju (sisakan untuk taburan), aduk rata.
  4. Setelah adonan bubur keju matang tambahkan merica bubuk, garam halus, dan gula pasir, aduk lagi hingga bumbu tercampur rata. Angkat.
  5. Siapkan pinggan tahan panas, oleskan mentega tipis-tipis, atur kentang dan brokoli, kemudian siram dengan saus keju. Saat akan dihidangkan, taburkan keju parut dan panaskan dalam oven sebentar saja.

Jumat, 12 Juli 2013

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, terletak di kawasan kota tua tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (sebelah Museum Mandiri), dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank (Sebuah Bank terbesar di Hindia Belanda). Gedung ini beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828. Luas area + 14,053m2, dirancang oleh Biro Arsitek Belanda Fermont-Ed Cuyper.


Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. 

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. 

Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.















Museum Bank Indonesia
Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat
Jam operasional :
Selasa - Jumat    : 08.00 - 15.30 WIB 
Sabtu  - Minggu : 08.00 - 16.00 WIB. 
Senin & Hari Libur National Tutup. 
Gratis, tanpa dipungut biaya.


Es Leci Anggur


Ini dia resep minuman segar istimewa yang tak perlu repot membuatnya. Rasa manis segar sirup ABC SQUASH DELIGHT rasa LECI semakin unik berkat agar-agar ABC Squash Delight rasa Anggur dan anggur hijau. Tampilannya yang cantik menggoda pas untuk sajian hari istimewa.  


Waktu Persiapan : 5
Waktu Masak/Pembuatan: 30

Disajikan untuk: 4


Bahan-Bahan :
  • 1 bungkus agar-agar warna putih (untuk jeli)
  • 600 ml air
  • 700 ml air (untuk jeli)
  • 120 g anggur hijau dipotong dua bagian
  • Es batu
  • 100 ml ABC SQUASH DELIGHT rasa LECI
  • 100 ml ABC SQUASH DELIGHT rasa ANGGUR (untuk jeli)


Cara Membuat :
  • Untuk membuat jeli, masukkan agar-agar ke dalam panci berisi air. Masak hingga mendidih, angkat. Tuang sirup ABC Squash Delight rasa Anggur, aduk rata. Tuang ke dalam cetakan. Simpan di dalam kulkas hingga padat.
  • Keluarkan jeli dari dalam kulkas. Potong dadu. Sisihkan.
 
  • Masukkan air dan sirup ABC Squash Delight rasa LECI ke dalam wadah, aduk hingga rata.
  • Masukkan 2 sendok makan jeli dan anggur ke dalam gelas. Tuang sirup leci ke dalam gelas. Tambahkan es. Sajikan dingin.

5 Buah yang patut dikonsumsi Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa

Saat berpuasa dianjurkan banyak mengkonsumsi buah-buahan untuk menjaga tubuh tetap bugar. Buah mengandung serat dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh ketika menjalani ibadah. 
Selama lebih dari 14 jam tidak mendapat asupan nutrisi, sedangkan tubuh tetap beraktivitas dengan beragam kegiatan. Berpuasa membuat tubuh secara otomatis membuat tubuh membutuhkan tabungan nutrisi agar tidak lemas dan lesu. Dilansir dari berbagai sumber, inilah buah-buahan yang paling baik dikonsumsi saat puasa :
Semangka

Semangka merupakan buah berwarna merah yang kaya akan air. Memakan semangka saat berbuka dapat mengatasi dahaga setelah seharian berpuasa. Buah merah ini juga dipercaya  dapat menyejukkan tubuh karena kaya akan likopen. Selain itu, buah semangka mengandung banyak vitamin A dan C yang dibutuhkan tubuh.

Blewah

Mengkonsumsi blewah dapat mencegah tubuh kekurangan cairan. Kandungan air yang tinggi  pada buah ini membantu mengatasi dehidrasi karena 14 jam tidak mendapat asupan cairan. Blewah mengandung zat gula. Karena saat berbuka tubuh membutuhkan zat gula yang cepat diserap tubuh setelah seharian berpuasa. Selain itu blewah mengandung kalium yang tinggi sehingga dapat memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

 

Pepaya
Selain dikenal sebagai buah yang baik untuk proses pencernaan, pepaya sangat baik dikonsumsi saat berpuasa karena mengandung mineral yang cukup tinggi. Komposisi
mineral yang terkandung dalam pepaya seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, seng, dan selenium sangat baik bagi tubuh. Selain itu pepaya kaya akan vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh.


Pisang

Pisang kaya akan karbohidrat yang terusun dalam zat pati dan zat gula. Dua zat ini sangat dibutuhkan tubuh untuk cepat menggantikan energy saat berbuka. Selain mengandung vitamin A yang baik bagi tubuh, pisang juga mengandung kalium dan natrium, mineral yang baik untuk relaksasi otot.





Mangga
Mangga sangat bagus dikonsumsi saat berpuasa karena buah yang satu ini dapat menjadi sumber energi,
serat dan vitamin. Karbohidrat yang terkandung di dalam buah ini menjadi penghasil energi yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Selain itu mangga mengandung banyak vitamin seperti vitamin A,C dan B kompleks yang sangat baik untuk tubuh.

Kamis, 04 Juli 2013

Pisang Goreng Keju

Pisang Goreng Keju

 

 

Ingredients

  • 5 buah pisang (pilihan pisang sesuai selera)
  • 6 sdm terigu terigu atau tepung pisang goreng instan
  • garam secukupnya
  • air
  • 1/4 sdt essence vanili (bisa bubuk atau cair)
  • 100 gram keju cheddar parut
  • susu kental manis (sesuai selera)

 

 

 

Cara Membuat:

1. Aduk tepung pisang goreng dan garam dengan air matang sedikit demi sedikit. Perhatikan kekentalannya, jangan sampai terlalu cair tambahan kan vanili.

2. Belah pisang menjadi dua bagian.

3. Celupkan pisang ke adonan tepung goreng dan minyak panas.

4. Goreng hingga berwarna kecoklatan, angkat dan siram dengan keju kental manis dan keju parut.

Rabu, 03 Juli 2013

Teknik fotografi memotret sunrise, sunset dan twilight + setting kamera

by Enche on Juli 1, 2013

Memotret sunrise dan sunset (sebenarnya gak ada bedanya dari sisi fotografi, yang beda cuma sunrise lebih dingin dan sepi daripada sunset, dan yang satu terbit dan yang lainnya tenggelam he he he). Persiapan yang dibutuhkan tentunya adalah memeriksa lokasi di hari sebelumnya, arah matahari dan sebagainya. Peralatan utama yang dibutuhkan adalah kamera, tripod, dan senter.
Setelah tiba dilokasi, hal yang pertama dilakukan tentunya mencari lokasi yang bagus dan aman untuk memotret. Setelah ketemu, baru pasang kamera di tripod. Kalau bisa jangan kebalikannya, kalau keburu pasang tripod dulu biasanya kita sudah malas bergerak mencari posisi yang lebih bagus.



Mode dan setting exposure kamera
Mode kamera yang saya gunakan adalah mode manual (M). Pastikan AUTO ISO dalam kondisi OFF. Rugi dong, kalau ternyata AUTO ISO kamera memilih ISO yang terlampau tinggi karena mendeteksi pencahayaan yang gak begitu terang. Setelah itu saya akan set ISO rendah, sekitar 100/200 (tergantung kamera masing-masing). Dengan ISO rendah, kualitas fotonya paling bagus :)
Bukaan favorit saya adalah sekitar f/8 sampai f/16.  Dengan bukaan yang relatif kecil, ruang tajam menjadi besar dan pemandangan yang luas bisa tajam semua. Setelah itu, saya tinggal atur shutter speed sampai lightmeter jatuh di titik nol saat saya menekan setengah tombol shutter/jepret. Biasanya shutter speed akan jatuh lebih lambat dari satu detik sesaat sebelum matahari terbit.
(Sumber bacaan: Untuk mengenal istilah fotografi seperti mode kamera, ISO, bukaan dll silahkan mampir ke halaman top post kategori dasar fotografi)

Untuk fokusnya, saya mencoba autofokus, tapi kalau langit masih gelap dan kamera gagal mengunci fokus, saya akan set lensa/kamera ke manual fokus, dan mengunakan live view (komposisi dengan layar LCD) dan kemudian mencari fokus dengan memutar barrel fokus di lensa.
Lalu saya akan mengambil test shot, kalau terlalu terang atau gelap, saya akan ganti nilai shutter speednya supaya hasilnya sesuai keinginan saya. Asyiknya kamera digital jaman sekarang memberikan hasil foto langsung di layar LCD jadi tidak ada salahnya mencoba-coba setting yang berbeda-beda.
Idealnya mengunakan self-timer atau exposure delay supaya saat kita menekan tombol shutter, kamera tidak goyang dan hasil foto tajam. Remote dan cable release, dua aksesoris pembantu dapat membantu.
Kalau pemandangannya mencakupi sesuatu yang bergerak, contohnya ada orang seperti nelayan, fotografer, satwa, dll, maka shutter speednya gak boleh terlalu lambat (lebih dari satu detik) karena subjek yang bergerak itu akan tidak tajam. Kalau bisa, kita gunakan shutter speed cukup cepat, contohnya 1/15 detik atau kalau bisa 1/100 detik lebih ideal lagi. Untuk mendapatkan shutter speed cepat tanpa membuat hasil foto gelap, naikkan nilai ISOnya.

Filter atau tidak?
Filter seperti GND (graduated neutral density) biasanya digunakan untuk menyeimbangkan pencahayaan langit dan bumi saat sunset dan sunrise. Saya sendiri sukanya tidak mengunakan filter GND dan membiarkan bagian foreground gelap/siluet. Supaya kesannya lebih alami dan bentuk-bentuknya lebih menonjol. Alasan lain adalah tanah di tepi danau itu kotor, banyak sampah plastik bekas turis :( Dan alasan lainnya, filter GND repot dipasang dan yang berkualitas tinggi cukup mahal dan mudah rusak.
Alternatif lain jika ingin langit dan buminya seimbang yaitu mengaktifkan fitur yang dinamakan Active D Lighting (Nikon), Auto lighting optimizer (Canon). Ada juga kamera yang kini memiliki fitur Built-in HDR. Saat fitur ini aktif, kamera akan otomatis membuat dua gambar dan menggabungkannya langsung menjadi satu.
Cara lainnya yaitu membuat dua atau lebih dari dua foto yang terang gelapnya berbeda-beda lalu menggabungkannya dengan software pengolah HDR seperti Photomatix atau Photoshop CS. Saat mengunakan teknik HDR, kita wajib mengunakan tripod supaya foto akhir tidak berbayang dua.

Keterangan foto di atas
Foto diatas saya buat saat tur fotografi di daerah Pangalengan, Jawa Barat. Pagi-pagi sekitar jam 5.30 WIB. Saat ini biasanya disebut twilight hour / blue hour, menjelang matahari terbit. Secara komposisi saya mencoba membuat komposisi yang seimbang dengan adanya dua pohon disebelah kiri dan kanan. Siluet fotografer dan perahu diseimbangkan dengan dua perahu di sebelah kanan. Lensa lebar digunakan untuk membuat kesan luas berdimensi.
ISO 200, f/8, 1/2 detik, 16mm, kamera full frame (10mm untuk kamera bersensor APS-C), krop dengan aspek rasio 16:9
Saya mengunakan ISO 200 supaya saya bisa mendapatkan shutter speed 1/2 detik, cukup supaya orang-orang ditepi danau tidak blur, dan kualitas foto masih terjaga.

Keterangan foto dibawah
Foto dibawah kondisi sudah sangat gelap karena matahari sudah tenggelam sekitar jam 18.15. Untuk membekukan gerakan nelayan yang sedang menjala ikan, saya mau gak mau harus pakai shutter speed tinggi. Caranya saya naikkan ISO ke 6400 kemudian gunakan bukaan terbesar, yaitu f/1.4. dan dari dua setting tersebut, saya mendapatkan shutter speed 1/125 detik. Lumayan untuk membekukan subjek foto.
Selain nelayan, saya memasukkan elemen foreground yaitu pohon di tepi waduk Jatiluhur. Lampu-lampu kuning dan refleksinya dari seberang waduk yang memberikan efek visual tambahan yang menurut saya cukup menarik.
ISO 6400, f/1.4, 1/125 detik, 85mm (di full frame, kira-kira 60mm di sensor APS-C), krop dengan aspek rasio 16:9